Knowledge Base Help Center
Table of Contents
< All Topics
Print

Sangjit

Proses Sòng rì tou (送日頭) atau Sàng-ji̍t-thâu dalam dialek Hokkian yang sering dibaca singkat Sang-jit ini bisa dibilang lebih dari sekedar prosesi pertunangan dan serah-serahan, melainkan juga merupakan suatu simbol penghormatan terhadap orang tua dan keluarga dari calon mempelai wanita yang hendak dipinang oleh calon mempelai pria. Di dalam prosesi inilah ikatan antar kedua keluarga terbentuk.

Sang-jit biasanya dilakukan hingga tiga bulan atau lebih awal sebelum hari pernikahan, calon pengantin pria akan mengirimkan hadiah pertunangan ke keluarga mempelai pada tanggal yang dianggap menguntungkan menurut perhitungan klasik Bāzì (八字).

Pertunangan atau sang-jit (guo dàlǐ, juga dikenal sebagai 纳 彩 atau nàcǎi) adalah bagian penting dari tradisi pernikahan orang Tionghoa. Saat acara pertunangan berlangsung, keluarga mempelai laki-laki menghadiahkan keluarga pengantin wanita dengan hadiah pertunangan yang disebut dengan pìnlǐ (职 礼) untuk melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.

Selain itu, keluarga pengantin wanita menerima pīng jīn (娉金) alias ‘emas berlimpah’ yang biasanya diserahkan dalam amplop merah. Amplop merah ini sebagai simbol “harga” pengantin wanita. Setelah itu keluarga mempelai wanita akan mengembalikan satu set hadiah ke pihak mempelai laki-laki, ini disebut dengan huílǐ (回礼). Lalu pihak orang tua pengantin wanita memberikan jiàzhuāng, kè-chng (mahar, mas kawin) kepada puteri mereka yang sebentar lagi akan menjadi pengantin.

Referensi:

  • Buckley Ebrey, Patricia. Confucianism and the Family Rituals in Imperial China. New Jersey: Princeton University Press, 1991.
  • Nio Joe Lan. Peradaban Tionghoa selayang pandang. Keng Po, 1961.
  • Theobald, Ulrich. “Yili 儀禮 ‘Etiquette and Ceremonials'”. China Knowledge, 2010.